Awas Penipuan calon TKI

Akhir-akhir ini marak sekali model penipuan yang menggunakan beberapa modus,yang sebisa mungkin harus kita hindari sebab bagaimanapun juga penipuan adalah sangat merugikan,terutama jika kita ingin mencari pekerjaan yang ditawarkan orang lain yang belum kita kenal.

Yang menjadi incaran para penipu itu biasanya orang yang terburu-buru ingin segera mendapatkan pekerjaan,entah itu pekerjaan di dalam negeri sendiri maupuan pekerjaan di negeri lain.

Biasanya mereka menawarkan pekerjaan yang enak,terus gajinya juga besar kadang sampai puluhan juta per bulan.Lalu siapa yang tidak tergiur dengan itu,wah pasti semua hidung sangat tergiur, karena memang itulah yang kita damba-damba hidup didunia tanpa kekurangan harta.

Namun jangan buru-buru senang dulu dengan orang yang menawarkan pekejaan begitu enak itu,kita harus cek dulu kebenaranya,apakah benar adanya,jangan-jangan bakal kena tipi eh tipu kita ini.

Orang yang suka mencarikan pekerjaan kita itu sebutan kondangnya disebut broker,kata-katanya memang halus dan orangnya anteng dan tampak sangat baik pada orang lain,tapi sebenarnya kita ini sedang dipikirkan oleh mereka untuk ditipunya,tapi kita ga menyadarinya.

Kata manis yang biasa diucapkan broker itu memang jitu,biasanaya dia bilang kalo kamu kenal bapak dari dulu pasti kamu dah kaya dan enak hidupnya,terus sekarang mau ga kalo kamu berangkat ke luar negeri menggantikan si anu yang dari wilayah kota anu,soalnya sianu cancle karena ga diijinkan orang tuanya berangkat keluar negeri mau ga?

Mendapat tawaran seperti itu,ibaratnya kan tinggal berangkat ya kan? Wong cuman gantiin seseorang utuk berangkat,berarti urusanya ga sulit alias tinggal terbang aja kata kita.

Tapi lain dimulut lain pula dihati kata pepatah,kita udah terlanjur percaya ama tuh broker saking senengnya belum diminta uangpun kadang kita langsung tanya berapa ongkosnya?Ini merupakan suatu yang ditunggu oleh broker,kata broker “Nah ini makanan empuk gua ha..ha…”

Kemudian broker pura-pura jual mahal wong merasa dapat angin segar,lalu dia tawarkan bagaimana kalo 25 juta? Ya namanya udah tergiur mau berapa aja juga dibayar walaupun harus menjual galengan sak sawahnya,kemudian ributlah kita mondar-mandir menawarkan sawah dengan harga murah soale mau buru-buru laku terus buat modal berangkat ke luar negeri.Setelah laku walupun murah bergegas pula kita serahkan sama tuh broker,sambil senyum-senyum dia berkata uangnya saya terima tunggu aja 14 hari lagi kamu pasti terbang ke luar negeri.

Sambil menunggu waktu yang dijanjikan broker lalu kita diajak mondar-mandir ke Jakarta utuk mengurus segala perlengkapanya,termasuk paspor dan visa, biar kelihatan banget kalo udah mau berangkat,kemudian jajan dan makan-makan dengan uang yang telah kita serahkan tadi,makan aja sehari tiga kali direstouran,terus nginap di hotel,dan lain sebagainya,intinya mengurangi uang kita tadi.Sudah itu diajaklah kita ke PT ini PT itu pura-pura interview,padahal interview bohongan aja.Katanya sih itu usernya.

Satu hari dua hari berlalu kita mengurus ini itu di Jakarta,habislah uang kita dikantong,setelah selesai semua perlengkapannya maka diajaklah kita pulang kedesa untuk menunggu sampai batas waktu yang dijanjikan yaitu 14 hari.

Setelah 14 hari kita tunggu kok ga segera ada panggilan berangkat,lalu tambah gusar kita dibuatnya,kemudian kita datangi broker lagi ngobrol-ngobrol bagaimana baiknya,lalu dia katakan tunggu aja lagi sampai 14 hari lagi.Kalo kita menunggu mulai tanggal satu berarti terbang tanggal 14,pikiran kita udah menghitung terus kapan ya terbangnya?Sudah tanggal tanggal 14 eh malah suruh nunggu lagi…kecewalah kita,harus nunggu lagi sampai 14 hari lagi,begitu seterusnya.

Kalo udah sekali dua kali dijanjiin dan meleset segera periksa bener ga pengurusanya?jangan diam dan terus menunggu,soalnya kalo tidak pasti suruh nunggu dan nuuunggu.Kalo kita bosan menanyakan sama tuh broker dia makin senang wong ga ada beban,sedang kita udah korban waktu dan tenaga juga materi, habis jual sawah sih.

Lalu bagaimana kalo penantian kita tak kunjung tiba? Ya urus segera dan minta kembali uangnya,jangan diam dan tenang,karena uang kita sedikit banyak ya sudah hilang buat urus ini itu,tapi yakinlah bahwa uang itu kalo sudah di serahkan orang lain pasti sulit untuk diminta kembali,kadang kita malah seperti orang ngemis mau minta uang kita sendiri,betul tidak?

Biasanya broker itu cuma janji dan janji terus,dan tidak pernah tepat,kalo udah hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan tahun berganti tahun ga juga terbang,berarti anda kena tipu oleh broker,dan siap-siaplah anda akan menyesal,kenapa saya menyerahkan uang pada orang yang tidak bertanggung jawab?Penyesalan datang di akhirnya,maka jangan ceroboh dalam bertindak sesuatu utuk diri kita,karena ceroboh dan buru-buru  itu pekerjaan syetan yang akan menyesatkan kita.

Beberapa cara agar kita terhindar dari penipuan tenaga kerja oleh broker-broker luar negeri:

1. Jangan langsung percaya pada mulut manis orang

2. Jika anda ditawari pekerjaan periksa dulu job ordernya

3. Jika diminta uang cash jangan diberi

4. Kenali dulu broker dimana tinggalnya,rumah sendiri apa ngontrak

5. Kalo belum kenal orangnya jangan dulu percaya deh

Sebagai penutup kata Berusahalah yang terbaik untuk diri kita,jangan mau ditipu orang itu sangat menyakitkan,apalagi orang yang menipu kita itu ga kita kenal sama sekali,wah berat…

Gimana ga berat orangnya aja ga kita kenal,rumahnya cuma ngontrak,terus orang disekitar tempat tinggalnya ga da yang kenal,lalu kita mau tanya siapa?Ya itu ngalamat bahwa kita akan menderita…..ga mau kan??

Satu Tanggapan to “Awas Penipuan calon TKI”

  1. nitha Says:

    artikel bagus ak jd tahu,jg orang lain agar ga buru2 ingin kerja diluar negeri lewat broker yg ga kita kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: